Framework full-stack menggabungkan UI, data, dan logika server dalam satu tempat. Pelajari apa yang berubah, mengapa ini membantu, dan apa yang perlu diwaspadai tim.

\n- Aturan caching per-route (cache selamanya, cache 60 detik, atau tidak pernah)
Tradisionalnya, frontend berarti kode yang berjalan di browser (HTML/CSS/JS, perilaku UI, memanggil API), dan backend berarti kode yang berjalan di server (logika bisnis, database, otentikasi, integrasi).
Framework full-stack sengaja mencakup keduanya: mereka merender UI dan menjalankan kode server dalam satu proyek, sehingga batasnya menjadi keputusan desain (apa yang dijalankan di mana) daripada repositori yang terpisah.
Framework full-stack adalah framework web yang mendukung baik rendering UI maupun perilaku sisi-server (routing, pemuatan data, mutasi, otentikasi) di dalam satu aplikasi.
Contoh: Next.js, Remix, Nuxt, dan SvelteKit. Pergeseran utamanya adalah bahwa route dan halaman sering hidup berdekatan dengan kode server yang mereka butuhkan.
Mereka mengurangi biaya koordinasi. Alih-alih membuat halaman di satu repo dan API di repo lain, Anda bisa mengirim fitur end-to-end (route + UI + data + mutasi) dalam satu perubahan.
Ini biasanya mempercepat iterasi dan mengurangi bug integrasi akibat asumsi yang tak cocok antar tim atau proyek.
Ini menjadikan rendering keputusan produk yang berkonsekuensi ke backend:
Memilih mode memengaruhi latensi, beban server, strategi caching, dan biaya—jadi pekerjaan “frontend” kini termasuk tradeoff bergaya backend.
Caching menjadi bagian dari bagaimana halaman dibangun dan dipertahankan, bukan sekadar pengaturan CDN:
Karena pilihan ini sering hidup berdekatan dengan kode route/halaman, pengembang UI jadi menentukan kesegaran, kinerja, dan biaya infrastruktur sekaligus.
Banyak framework memungkinkan satu route menyertakan:
Ko-lokasi ini nyaman, tetapi perlakukan handler route seperti titik masuk backend nyata: validasi input, cek otorisasi, dan simpan aturan bisnis kompleks di layer service/domain.
Karena kode dapat berjalan di tempat berbeda:
Patokan praktis: kirim view models (hanya field yang dibutuhkan), bukan record DB mentah, untuk menghindari bocornya passwordHash, catatan internal, atau PII.
Shared TypeScript types mengurangi pergeseran kontrak: jika server mengubah field, klien gagal di build time.
Tetapi membagikan model domain/DB ke mana-mana meningkatkan coupling. Jalan tengah yang aman:
Mereka membuat panggilan backend terasa seperti pemanggilan fungsi lokal (mis. await createOrder(data)), sementara framework menangani serialisasi dan transport.
Tetap perlakukan mereka sebagai titik masuk server publik:
Framework full-stack menyebarkan kerja otentikasi ke seluruh aplikasi karena request, rendering, dan akses data sering terjadi di proyek yang sama:
Terapkan otorisasi di dekat akses data, jangan percaya role/userId dari klien, dan ingat halaman SSR juga butuh cek sisi-server seperti endpoint API.