Buat situs portofolio bersih dalam sekitar 30 menit—tanpa coding. Ikuti checklist sederhana: pilih template, tambahkan karya, hubungkan domain, dan publikasikan.

Di akhir build cepat ini, Anda akan punya situs portofolio satu halaman yang bersih dan melakukan tiga hal dengan baik: menampilkan karya Anda, menjelaskan siapa Anda, dan mempermudah orang menghubungi Anda.
Halaman sederhana dengan:
Ini sengaja dibuat minimal. Portofolio satu halaman lebih cepat dibuat, lebih mudah diperbarui, dan sering kali mengonversi lebih baik daripada situs multi-halaman ketika seseorang sedang memindai karya Anda.
Pendekatan ini cocok untuk freelancer, pelajar, kreatif, dan pencari kerja yang butuh sesuatu yang profesional dengan cepat—terutama jika Anda melamar peran, menawarkan ke klien, atau membagikan karya di platform sosial.
Agar tetap dalam 30 menit, kumpulkan dulu:
Build 30 menit hanya berhasil jika Anda menghabiskan 3–5 menit memutuskan seperti apa “selesai”. Kalau tidak, Anda akan kehilangan waktu mengutak-atik font, merombak seksi, dan ragu-ragu tentang apa yang harus dimasukkan.
Pilih hasil utama untuk portofolio Anda:
Tujuan ini menentukan apa yang Anda tonjolkan: peran dan hasil untuk rekrutmen, penawaran dan proses untuk klien, atau karya niche untuk spesialisasi.
Tentukan apakah Anda membangun:
Jika Anda mengejar waktu, mulai dengan satu halaman sekarang—Anda bisa memecahnya menjadi beberapa halaman nanti.
Pilih satu CTA utama dan (opsional) satu CTA sekunder. Contoh:
Semua bagian di halaman harus mendukung aksi ini.
Sebelum menyentuh template, susun satu baris sederhana:
Saya membantu [siapa] dengan [apa], sehingga mereka bisa [hasil].
Contoh: “Saya membantu startup SaaS mendesain alur onboarding yang mengurangi churn dan meningkatkan activation.”
Jaga kalimat ini tetap terlihat saat Anda membangun—itu menjadi filter untuk apa yang harus dimasukkan dan dipotong.
Builder menentukan seberapa cepat proyek “30 menit” ini terasa. Pilih sesuatu yang membuat Anda bisa mempublikasikan tanpa melawan menu.
Jika Anda ingin hasil lebih kustom tanpa melalui siklus dev tradisional, Koder.ai adalah jalur lain: ini platform vibe-coding di mana Anda menjelaskan portofolio lewat chat dan menghasilkan aplikasi web React nyata (dengan Go + PostgreSQL tersedia jika nanti Anda menambahkan fitur backend). Anda bisa mengekspor kode sumber, deploy/hosting, menghubungkan domain kustom, dan memakai snapshot/rollback—berguna jika Anda mau sesuatu yang fleksibel tapi tetap cepat.
Mulailah dengan hal-hal wajib ini:
Banyak tool terlihat murah sampai Anda menemui paywall. Lihat sekilas untuk:
Jika harga penting, bandingkan tier di /pricing dan pilih paket minimum yang mendukung domain kustom dan fitur di atas. Anda bisa upgrade nanti saat portofolio berkembang.
Template yang bagus harus terasa seperti titik awal yang membantu—bukan teka-teki yang harus Anda selesaikan sebelum mempublikasikan. Saat menargetkan build 30 menit, template yang salah adalah cara tercepat kehilangan waktu.
Pilih template yang dirancang untuk menampilkan karya: bagian hero jelas, grid proyek, area About singkat, dan bagian Contact yang terlihat. Jika Anda mulai dari template landing bisnis atau acara, Anda akan menghabiskan waktu menghapus dan merombak daripada mempublikasikan.
Prioritaskan tipografi bersih, spasi yang kuat, dan whitespace. Animasi mewah, navigasi tidak biasa, dan efek scroll “kreatif” mungkin terlihat mengesankan di demo—tetapi sering membuat konten lebih sulit dipindai dan lebih sulit diedit.
Portofolio Anda adalah produk. Template harus mengalah dan memberi ruang pada konten.
Sebelum berkomitmen, pastikan template bisa menangani dasar-dasar ini tanpa trik:
Jika template tidak secara alami menyertakan ini, Anda akan memaksanya masuk—dan di situlah builder mulai terasa frustasi.
Buka preview mobile dan cek tiga hal:
Jika tampilan mobile berantakan sekarang, itu tidak akan berubah sendiri nanti. Pilih template yang lebih sederhana dan terus bergerak—Anda selalu bisa meningkatkan tampilan setelah portofolio live.
Portofolio Anda tidak perlu panduan brand lengkap untuk terlihat profesional. Anda hanya butuh beberapa pilihan konsisten agar setiap elemen terasa menyatu.
Jika Anda sudah punya logo, unggah dan pakai di header dan footer saja. Jika tidak, wordmark bersih (nama Anda dalam font yang bagus) bekerja sempurna—terutama untuk freelancer dan kreatif.
Pilih satu warna aksen yang Anda pakai untuk tautan, tombol, dan highlight kecil (bukan blok teks besar). Cara cepat memilih: ambil warna dari gambar proyek terbaik Anda.
Batasi ke satu font untuk heading dan satu untuk body text. Banyak template terlihat “berantakan” karena mencampur terlalu banyak gaya tipografi.
Jaga keterbacaan:
Jika ragu, gunakan default template dan ubah hanya warna aksen.
Konsistensi membuat situs no-code terasa kustom.
Pengaturan cepat untuk distandarisasi:
Ini lebih penting daripada efek mewah, dan membuat template terasa rapi bukan “template-y.”
Lakukan pemindaian 10 detik: apakah Anda bisa membaca teks dengan nyaman di setiap latar?
Portofolio mobile sering kali tempat masalah kontras muncul pertama, jadi preview di mobile sebelum lanjut.
Anda tidak perlu sitemap kompleks untuk mengirimkan portofolio no-code yang bagus. Satu halaman jelas sering cukup—terutama saat tujuan Anda membangun portofolio dalam 30 menit.
Gunakan alur sederhana dari atas ke bawah. Seksi-seksi ini memenuhi apa yang kebanyakan pengunjung cari dalam kurang dari satu menit:
Jika template Anda mulai dengan blok ekstra (blog, newsletter, pricing, grid fitur panjang), hapus dulu. Anda bisa menambahkannya nanti.
Hero Anda adalah bagian “kenapa saya peduli?” Gunakan checklist singkat ini:
Jaga agar mudah dipindai: kalimat pendek, heading jelas, dan ruang bernapas.
Tambahkan navbar hanya jika halaman panjang. Jika halaman muat dalam beberapa guliran, lewati navigasi dan biarkan tata letak membimbing pengunjung secara alami.
Gunakan pola yang sama untuk tiap seksi: heading, satu baris intro pendek, lalu konten. Konsistensi membuat portofolio terasa disengaja—bahkan saat dibangun cepat.
Proyek Anda adalah inti portofolio. Targetkan 3–6 karya kuat yang membuktikan apa yang Anda bisa, daripada mengisi halaman dengan semua yang pernah Anda buat.
Pilih karya yang cocok dengan jenis pekerjaan yang Anda inginkan selanjutnya. Jika Anda desainer, tampilkan desain; jika fotografer, pimpin dengan seri terbaik; jika generalis, pilih campuran yang tetap koheren.
Filter cepat: hapus apa pun yang tidak bisa Anda jelaskan dengan percaya diri dalam wawancara singkat. Jika sebuah proyek butuh disclaimer panjang (“Sebenarnya saya tidak banyak berkontribusi”), itu melemahkan keseluruhan situs.
Untuk tiap proyek, sertakan detail inti yang sama agar orang bisa memindai:
Jaga ringkas—2–5 kalimat pendek biasanya cukup.
Gunakan 3–6 gambar per proyek, atau video singkat jika karya Anda bergerak. Letakkan gambar terkuat di depan karena itu yang paling menarik klik.
Jika bisa, tambahkan satu visual “proses” (wireframe, sketsa, before/after, contact sheet) untuk menunjukkan cara berpikir Anda—tanpa mengubah halaman menjadi novel studi kasus.
Gunakan judul dan label yang jelas (mis. “Brand identity,” “Web redesign,” “Editorial shoot”). Jika proyek memiliki tautan, buat terlihat dan sederhana: “View live site” atau “Watch the final cut.”
Bagian About Anda punya satu tugas: membantu seseorang memutuskan cepat apakah Anda orang yang tepat untuk dihubungi.
Gunakan headshot ramah atau ilustrasi/avatar bersih. Jaga latar sederhana dan pencahayaan natural. Adegan ramai, foto pesta, dan filter berat membuat orang bekerja lebih keras untuk mengenal Anda.
Targetkan 4–6 baris total:
Contoh:
Saya seorang desainer UI freelance yang fokus pada landing page bersih dan ramah konversi untuk startup SaaS. Sebelumnya, saya membantu startup fintech merilis alur onboarding baru dan meningkatkan activation sebesar 18%. Saat ini saya mencari 1–2 proyek klien baru bulan ini.
Sebutkan tools yang benar-benar Anda gunakan (Figma, Webflow, Notion), industri yang Anda kenal (kesehatan, fintech, pendidikan), dan penghargaan/sertifikasi hanya jika akurat dan relevan.
Jika sesuai bidang Anda, tambahkan satu baris pendek dengan PDF yang diberi label jelas:
“Download resume (PDF)”
Letakkan dekat tombol kontak sehingga seseorang bisa membaca cerita Anda, percaya, dan bertindak dalam satu guliran.
Portofolio yang bagus hanya bekerja jika seseorang bisa menghubungi Anda dengan cepat. Bagian kontak Anda harus jelas, singkat, dan tanpa hambatan—tanpa harus mencari-cari.
Targetkan dua opsi, tiga paling banyak:
Kalau menambah lebih dari itu, orang ragu. Jaga sederhana dan (jika Anda punya navigasi) beri label “Contact.”
Satu kalimat bisa mengurangi bolak-balik dan menarik inquiry yang lebih baik. Contoh:
"Saya tersedia untuk proyek branding freelance mulai bulan depan. Waktu balas biasanya: 1–2 hari kerja."
Katanya hanya bila benar. Jika Anda tidak menerima pekerjaan, katakan apa yang Anda terbuka (kolaborasi, full-time, speaking, dll.).
Tautan booking bagus untuk pekerjaan layanan, tapi tambahkan hanya jika Anda bisa menjaga jadwalnya dan nyaman orang langsung mengambil slot tanpa email dulu. Jika jadwal Anda sering berubah, gunakan email + form saja.
Jika bekerja dengan klien, tambahkan catatan singkat seperti “Berdomisili di Berlin (CET)” atau “Bekerja secara global (UTC-5).” Ini membantu orang mengusulkan waktu pertemuan dan menunjukkan profesionalisme—terutama untuk kerja remote.
Ulangi tautan kontak di footer juga. Orang menggulir, memutuskan, dan mengklik dari sana.
Anda bisa punya portofolio indah tapi kehilangan orang jika tampilannya canggung di ponsel atau lambat dimuat. Habiskan beberapa menit di sini dan situs Anda akan terasa rapi—tanpa menambah halaman.
Kebanyakan pengunjung melihat portofolio di ponsel. Buka view mobile builder dan lakukan scroll cepat dari atas ke bawah.
Preview di beberapa ukuran layar (mobile, tablet, desktop) dan cari:
Perbaikan biasanya sederhana: kurangi padding, atur spasi konsisten, atau ubah blok multi-kolom jadi satu kolom di mobile.
Situs cepat terasa lebih profesional. Pembunuh kecepatan terbesar adalah gambar oversized dan media latar besar.
Kompres gambar besar (khususnya screenshot proyek). Sebagai pedoman, gambar portofolio jarang perlu lebih dari ~2000px lebar. Jika builder Anda punya toggle “optimize”, aktifkan.
Hindari video latar besar. Jika benar-benar mau motion, loop ringan atau klip kecil biasanya cukup—karya Anda harus fokus, bukan header.
Klik setiap tombol dan tautan—termasuk ikon sosial, kartu proyek, dan tombol email/kontak Anda.
Pastikan:
Sebelum publish, lakukan pengecekan cepat:
Saat portofolio Anda mobile-friendly, cepat dimuat, dan bebas kesalahan kecil, ia langsung terasa lebih kredibel—meski dibangun dalam waktu kurang dari 30 menit.
Domain kustom membuat portofolio terasa selesai—dan lebih mudah dibagikan di resume, signature email, dan profil sosial. Publish biasanya satu tombol. Koneksi domain perlu beberapa menit lagi, tapi tetap sederhana.
Jaga sederhana dan profesional:
Jika nama Anda sudah dipakai, coba variasi kecil yang mudah dibaca (inisial tengah, “studio”, atau profesi Anda). Hindari tanda hubung dan frasa panjang—orang sering salah ketik.
Kebanyakan builder memandu setup dengan checklist.
Hubungkan domain di pengaturan builder dan ikuti instruksi DNS dengan teliti.
Biasanya Anda akan menyalin satu atau dua record DNS (sering A record dan/atau CNAME) ke registrar domain Anda (tempat Anda membeli domain). Periksa ejaan, tanda baca, dan apakah record menargetkan root domain (yourname.com) vs “www”.
Setelah perubahan DNS, beri waktu. Beberapa domain tersambung dalam hitungan menit; yang lain butuh beberapa jam. Setelah terhubung, buka situs Anda di yourname.com dan www.yourname.com (jika memakai keduanya) dan konfirmasi tampil tanpa peringatan keamanan.
Akhirnya, tetapkan versi yang Anda prefer (biasanya non-www atau www) sebagai domain utama supaya Anda selalu membagikan satu URL yang bersih.
SEO terdengar teknis, tapi dasar-dasarnya untuk situs portofolio no-code sebagian besar adalah bidang sederhana dan kalimat yang jelas. Habiskan beberapa menit di sini dan situs Anda akan lebih mudah dimengerti—baik oleh orang maupun mesin pencari.
Di pengaturan SEO builder Anda, temukan bidang Page Title dan Meta Description (sering di bawah “SEO,” “Page settings,” atau “Search preview”).
Jaga judul halaman spesifik dan mudah dibaca. Format yang kuat:
Nama Anda — Peran | Portfolio
Contoh: Jordan Lee — Product Designer | Portfolio
Untuk meta description, tulis satu kalimat pendek yang menjelaskan apa yang Anda lakukan dan apa yang pengunjung akan temukan.
Contoh: "Product designer yang spesialis di aplikasi mobile dan design system. Lihat proyek terpilih, proses, dan detail kontak."
Homepage Anda harus punya satu H1 jelas di atas—biasanya nama dan peran Anda. Ini juga membantu pengunjung langsung paham apa yang Anda lakukan.
Contoh H1 yang baik:
Lalu gunakan heading deskriptif untuk seksi seperti “Selected Work,” “About,” dan “Contact.” Hindari label samar seperti “Welcome” atau “Stuff I’ve Done.” Heading jelas membuat portofolio kreatif Anda lebih mudah dipindai dan diindeks.
Situs portofolio banyak gambar, jadi tambahkan alt text di tempat yang paling penting: thumbnail proyek, gambar hero, dan gambar yang menyampaikan hasil.
Alt text harus menggambarkan apa yang perlu diketahui seseorang, bukan setiap piksel. Contoh:
Ini meningkatkan aksesibilitas dan memberi mesin pencari konteks lebih.
Beberapa builder portofolio memungkinkan Anda menghubungkan ke tools pencarian atau membuat sitemap otomatis. Jika platform Anda mendukung, submit ke sana.
Jika tidak, jangan tunda peluncuran: publish, lalu bagikan tautan langsung di tempat yang sudah mendapat perhatian—bio LinkedIn Anda, profil Instagram, dan direktori/komunitas yang Anda ikuti.
Sebelum Anda membagikan portofolio, lakukan satu kali cek cepat agar semuanya bekerja dan terasa profesional. Situs yang bersih dan fungsional lebih baik daripada yang flashy tapi rusak.
Gunakan analytics dasar untuk mengukur views, klik proyek, dan submit kontak. Setelah seminggu, sorot proyek yang paling banyak diklik, dan tulis ulang judul proyek yang diabaikan orang.
Ya. Situs portofolio satu halaman sering kali lebih baik untuk keputusan cepat karena mudah dipindai.
Target alurnya: Hero → Work → About → Contact. Anda selalu bisa memecah proyek menjadi halaman studi kasus terpisah nanti setelah situs dipublikasikan.
Jaga seminimal mungkin agar bisa selesai:
Jika Anda belum punya 3 proyek, publikasikan dengan 1–2 karya kuat dan tambahkan sisanya kemudian.
Pilih satu hasil utama dan biarkan itu mengarahkan pilihan Anda:
Jika ragu, sertakan hanya yang mendukung tujuan tersebut.
Pilih builder yang menghilangkan gesekan:
Sebelum berkomitmen, periksa paywall untuk domain kustom, formulir, penyimpanan/bandwidth, analytics, dan penghapusan branding (sering dicantumkan di /pricing).
Pilih template yang sudah punya bagian yang Anda butuhkan (hero, grid proyek, about, contact). Lalu lakukan preview mobile sebelum kustomisasi.
Hindari template yang mengandalkan animasi berat, navigasi tidak biasa, atau layout kompleks—Anda akan kehilangan waktu memperbaiki responsivitas dan keterbacaan.
Batasi “brand” Anda ke beberapa pilihan konsisten:
Konsistensi terasa “custom”, meski Anda memakai template.
Gunakan format yang bisa diulang sehingga orang bisa memindai:
Jaga singkat (2–5 kalimat pendek) dan pimpin dengan visual terkuat Anda.
Gunakan struktur sederhana yang menjawab “haruskah saya menghubungi Anda?” dengan cepat:
Jaga agar bisa dibaca di bawah satu menit, dan letakkan langkah selanjutnya dekat (tombol email/kontak, opsional “Download resume (PDF)”).
Tawarkan 2 opsi (3 maksimal):
Tambahkan satu baris ekspektasi singkat (waktu balas, ketersediaan) dan sertakan lokasi/zona waktu jika Anda bekerja remote. Ulangi tautan kontak di footer agar mudah ditemukan setelah menggulir.
Lakukan pemeriksaan cepat ini:
Setelah dipublikasikan, bagikan tautan di LinkedIn, signature email, dan bio sosial Anda, lalu amati proyek mana yang mendapat klik dan sesuaikan homepage Anda.